Punya Pertanyaan?

Edit Template

Proses Penerbitan Jurnal Ilmiah dari Naskah hingga Terbit

Dinamika SEO

Writer & Blogger

Di era akademik yang semakin kompetitif, publikasi jurnal ilmiah menjadi salah satu indikator utama keberhasilan seorang peneliti, dosen, atau mahasiswa. Namun, banyak penulis pemula yang belum memahami bagaimana sebenarnya proses penerbitan jurnal ilmiah berlangsung — mulai dari penyerahan naskah hingga artikel resmi diterbitkan secara daring.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap dan sistematis bagaimana siklus hidup sebuah artikel ilmiah, beserta tips dan rujukan dari jurnal terakreditasi SINTA yang bisa menjadi panduan bagi Anda.

1. Menyiapkan Naskah Ilmiah yang Siap Publikasi

Langkah pertama adalah menyiapkan naskah ilmiah (manuscript) sesuai dengan template dan pedoman penulisan yang berlaku di jurnal tujuan. Biasanya, setiap jurnal memiliki pedoman penulisan (author guidelines) yang mencakup format sitasi, struktur artikel, hingga gaya bahasa ilmiah yang digunakan.

Struktur umum artikel ilmiah meliputi:

  • Judul dan Abstrak: menggambarkan inti penelitian secara ringkas.
  • Pendahuluan: menjelaskan latar belakang, tujuan, dan rumusan masalah.
  • Metode Penelitian: menjabarkan cara penelitian dilakukan.
  • Hasil dan Pembahasan: memaparkan data dan interpretasi hasil penelitian.
  • Kesimpulan dan Saran: merangkum temuan dan kontribusi penelitian.

Pastikan naskah Anda bebas dari plagiarisme dan menggunakan alat pemeriksa kesamaan seperti Turnitin atau iThenticate sebelum dikirim ke jurnal.

2. Mengirimkan Naskah Melalui Sistem OJS (Open Journal System)

Sebagian besar jurnal ilmiah di Indonesia menggunakan Open Journal System (OJS) sebagai platform penerbitan.
Penulis perlu:

  1. Membuat akun penulis di situs jurnal.
  2. Mengunggah naskah beserta lampiran (surat pernyataan, data pendukung, atau copyright form).
  3. Menunggu konfirmasi dari editor terkait penerimaan awal naskah.

Contoh jurnal yang menggunakan OJS dengan sistem terstruktur antara lain:

  • Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (SINTA 1)
  • Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer Universitas Diponegoro (SINTA 2)
  • Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (SINTA 3)

Proses awal ini disebut submission stage, dan biasanya memakan waktu 1–2 minggu tergantung kebijakan redaksi.

3. Pemeriksaan Awal oleh Editor (Editorial Screening)

Setelah naskah dikirim, editor akan melakukan penyaringan awal untuk memastikan kelayakan naskah. Editor akan menilai:

  • Kesesuaian topik dengan fokus jurnal.
  • Kepatuhan terhadap format dan template.
  • Kualitas bahasa dan kejelasan argumentasi.
  • Kebaruan (novelty) penelitian.

Jika naskah belum memenuhi kriteria, editor dapat mengembalikannya (desk reject) untuk diperbaiki atau menolaknya sebelum dikirim ke reviewer.

Tips: Sebelum submit, baca beberapa artikel yang sudah diterbitkan dalam jurnal yang sama untuk memahami standar kualitasnya.

4. Proses Peer Review (Ulasan Sejawat)

Tahapan paling penting dalam proses penerbitan jurnal ilmiah adalah peer review. Pada tahap ini, naskah akan dikirim ke dua atau lebih reviewer ahli yang menilai keaslian, metodologi, dan kontribusi ilmiah artikel.

Terdapat dua jenis proses review:

  • Single-blind review: reviewer mengetahui identitas penulis.
  • Double-blind review: baik penulis maupun reviewer tidak saling mengetahui identitas masing-masing.

Durasi review bisa bervariasi — antara 2 hingga 8 minggu tergantung kompleksitas penelitian. Setelah selesai, reviewer memberikan komentar dan rekomendasi:

  • Accepted without revision (diterima tanpa revisi)
  • Minor revision (perbaikan kecil)
  • Major revision (perbaikan besar)
  • Rejected (ditolak)

Contoh jurnal dengan sistem review ketat:

  • Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia (SINTA 2)
  • Jurnal Sosioteknologi Institut Teknologi Bandung (SINTA 1)

5. Revisi dan Resubmisi Naskah

Jika naskah perlu diperbaiki, penulis diwajibkan menanggapi komentar reviewer secara detail. Penulis juga diminta untuk mengunggah versi revisi beserta daftar perubahan (response to reviewers) agar editor dapat memverifikasi apakah revisi telah dilakukan dengan baik.

Kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan di tahap ini, karena revisi yang tidak memadai dapat menyebabkan penolakan akhir (final rejection).

6. Copyediting dan Proofreading

Setelah naskah diterima secara resmi, tim editorial akan melakukan copyediting, yaitu penyuntingan tata bahasa, format kutipan, dan penyesuaian gaya selingkung.
Setelah itu dilakukan proofreading, yakni pemeriksaan akhir terhadap versi galley (layout akhir artikel) untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik atau format.

Pada tahap ini, komunikasi antara editor dan penulis sangat penting untuk memastikan versi final siap dipublikasikan.

7. Publikasi Online dan Pengindeksan

Tahap terakhir adalah publikasi daring (online publication). Artikel yang sudah melalui seluruh proses akan diterbitkan di situs jurnal dan memperoleh DOI (Digital Object Identifier) sebagai identitas unik.

Bila jurnal tersebut terakreditasi SINTA, maka artikel Anda juga akan terindeks secara otomatis di portal SINTA melalui sistem integrasi Kemendikbudristek. Selain itu, jurnal biasanya juga terindeks di:

  • Google Scholar
  • Garuda (Garba Rujukan Digital)
  • CrossRef
  • Dimensions
  • Scopus (untuk jurnal bereputasi internasional)

Publikasi di jurnal dengan indeks yang baik membantu meningkatkan sitasi dan reputasi penelitian Anda di dunia akademik.

8. Pentingnya Memilih Jurnal Terakreditasi SINTA

Publikasi di jurnal terakreditasi SINTA memberikan manfaat yang signifikan:

  • Menjamin kualitas ilmiah dan validitas penelitian.
  • Mendukung kenaikan jabatan akademik dosen.
  • Meningkatkan visibility dan impact factor riset.
  • Memberikan pengakuan nasional dan internasional atas karya ilmiah Anda.

Beberapa contoh jurnal bereputasi tinggi di Indonesia yang bisa dijadikan referensi:

  1. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (SINTA 1) – Kemendikbudristek
  2. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer (SINTA 2) – Universitas Diponegoro
  3. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (SINTA 2) – Universitas Negeri Yogyakarta
  4. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan (SINTA 2) – Universitas Diponegoro
  5. Jurnal Keperawatan Padjadjaran (SINTA 2) – Universitas Padjadjaran

Kesimpulan

Proses penerbitan jurnal ilmiah bukanlah hal yang instan. Setiap tahapan — mulai dari penyusunan naskah, review sejawat, hingga publikasi — membutuhkan waktu, disiplin, dan komitmen akademik yang tinggi. Namun, melalui proses tersebut, karya ilmiah Anda akan memperoleh pengakuan formal dan kredibilitas akademik yang bernilai jangka panjang.

Dengan memahami dan mengikuti alur penerbitan secara benar, penulis dapat mempercepat proses publikasi dan meningkatkan peluang artikelnya diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi SINTA.

Bagikan

Related Post

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

PT Dinamika Intuisi adalah penerbit jurnal ilmiah yang menjadi mitra strategis bagi peneliti, akademisi, dan praktisi dalam mempublikasikan riset berkualitas secara kredibel dan terbuka.

Layanan

SINTA 2-5

Copernicus

Trunitin

Mendeley

© 2025 Created with  Webcare Indonesia