Punya Pertanyaan?

Edit Template

Cara Efektif Menulis Artikel Jurnal Ilmiah agar Mudah Diterima Reviewer

admin harie

Writer & Blogger

Menulis artikel jurnal ilmiah sering kali menjadi tantangan besar bagi peneliti, terutama bagi pemula. Banyak yang sudah melakukan penelitian yang baik, tetapi naskahnya ditolak karena cara penulisan yang kurang tepat. Agar karya ilmiah Anda lebih mudah diterima oleh reviewer, dibutuhkan strategi penulisan yang efektif dan sesuai dengan standar akademik. Berikut panduan lengkap yang bisa membantu Anda menulis artikel jurnal ilmiah dengan lebih terarah dan profesional.

1. Pahami Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal

Langkah pertama sebelum menulis adalah memahami fokus dan scope jurnal yang dituju. Setiap jurnal memiliki bidang kajian, gaya bahasa, dan format penulisan yang berbeda. Misalnya, jurnal pendidikan biasanya menekankan pada penerapan teori belajar, sementara jurnal teknik lebih berorientasi pada metode dan hasil eksperimen.
Baca beberapa artikel terbaru dari jurnal tersebut untuk mengetahui gaya penulisan, struktur, dan jenis referensi yang disukai oleh editor dan reviewer. Dengan begitu, peluang naskah Anda diterima akan jauh lebih besar.

2. Tentukan Judul yang Spesifik dan Informatif

Judul adalah bagian pertama yang dibaca reviewer. Buatlah judul yang ringkas, spesifik, dan mencerminkan isi penelitian. Hindari kata-kata umum seperti “studi tentang” atau “analisis terhadap” tanpa konteks jelas. Sebagai contoh, daripada menulis “Analisis Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar”, akan lebih kuat jika menjadi “Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Berbasis Daring terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMA”.

3. Tulis Abstrak yang Padat dan Informatif

Abstrak sering menjadi penentu apakah reviewer akan tertarik membaca seluruh artikel. Gunakan 150–250 kata untuk menjelaskan tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan penelitian. Hindari penggunaan istilah teknis berlebihan dan pastikan setiap kalimat memberikan informasi penting.
Sertakan juga kata kunci (keywords) yang relevan agar artikel Anda lebih mudah ditemukan di mesin pencari akademik seperti Google Scholar atau Scopus — ini penting untuk meningkatkan visibilitas dan sitasi.

4. Gunakan Struktur IMRaD dengan Baik

Struktur standar artikel ilmiah adalah IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).

  • Pendahuluan (Introduction): Jelaskan latar belakang masalah, kesenjangan penelitian (research gap), dan tujuan studi.
  • Metode (Methods): Paparkan desain penelitian, teknik pengumpulan data, serta alat analisis yang digunakan secara jelas dan dapat direplikasi.
  • Hasil (Results): Tampilkan temuan utama dengan tabel, grafik, atau diagram yang relevan.
  • Diskusi (Discussion): Bandingkan hasil penelitian Anda dengan penelitian sebelumnya, jelaskan implikasi, dan sampaikan batasan studi secara jujur.

Gunakan bahasa yang logis dan mengalir antarbagian agar pembaca mudah mengikuti alur argumentasi Anda.

5. Gunakan Referensi Terbaru dan Kredibel

Salah satu kesalahan umum peneliti pemula adalah mengutip sumber yang sudah terlalu lama. Reviewer lebih menyukai artikel yang mengacu pada referensi terkini (5 tahun terakhir), terutama dari jurnal bereputasi. Gunakan manajer referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk membantu mengatur sitasi sesuai gaya penulisan (APA, IEEE, atau lainnya).

6. Perhatikan Gaya Bahasa dan Tata Tulis Ilmiah

Gunakan bahasa yang formal, objektif, dan jelas. Hindari kalimat terlalu panjang dan penggunaan kata yang tidak perlu. Gunakan kalimat aktif jika memungkinkan agar tulisan lebih dinamis.
Sebelum mengirimkan artikel, mintalah rekan sejawat untuk melakukan proofreading atau gunakan alat bantu seperti Grammarly agar naskah Anda bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa.

7. Ikuti Pedoman Penulisan Jurnal Secara Ketat

Setiap jurnal memiliki template dan panduan penulisan (author guidelines). Pastikan Anda mengikuti format tersebut, mulai dari ukuran font, margin, sistem sitasi, hingga format tabel dan gambar. Kesalahan kecil seperti perbedaan format referensi bisa menjadi alasan penolakan awal oleh editor.

8. Revisi Berdasarkan Masukan Reviewer

Jika naskah Anda menerima komentar dari reviewer, jangan terburu-buru merasa gagal. Justru, tanggapi dengan terbuka dan profesional. Reviewer bertujuan membantu Anda memperbaiki kualitas penelitian. Berikan respon yang sopan, sertakan bukti perubahan, dan jelaskan alasan jika ada saran yang tidak dapat diikuti sepenuhnya.

Kesimpulan

Menulis artikel jurnal ilmiah yang mudah diterima reviewer bukan hanya soal isi penelitian, tetapi juga strategi komunikasi ilmiah. Dengan memahami tujuan jurnal, menyusun struktur dengan baik, menggunakan referensi mutakhir, serta menjaga konsistensi bahasa dan format, peluang Anda untuk diterima akan meningkat signifikan.

Ingat, kunci utama keberhasilan adalah ketekunan dalam menulis dan kesediaan untuk terus belajar dari setiap revisi.

Bagikan

Related Post

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

PT Dinamika Intuisi adalah penerbit jurnal ilmiah yang menjadi mitra strategis bagi peneliti, akademisi, dan praktisi dalam mempublikasikan riset berkualitas secara kredibel dan terbuka.

Layanan

SINTA 2-5

Copernicus

Trunitin

Mendeley

© 2025 Created with  Webcare Indonesia