Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, menerbitkan artikel di jurnal ilmiah adalah pencapaian besar. Namun, di balik satu artikel yang terbit, terdapat perjalanan panjang yang sering membuat penulis merasa cemas dan tidak sabar.
Banyak yang bertanya-tanya bagaimana sebenarnya proses review jurnal berjalan, mengapa butuh waktu lama, dan apa yang harus dilakukan saat revisi diminta. Artikel ini akan membahas secara runtut tahapan dari awal submit jurnal online, proses penilaian, hingga artikel benar-benar terbit.
Tahap Awal: Submit Jurnal Online
Segalanya dimulai ketika penulis memilih jurnal yang sesuai dengan topik penelitiannya. Setelah menyesuaikan format dan pedoman penulisan, naskah diunggah melalui sistem jurnal, biasanya menggunakan OJS atau platform serupa. Pada tahap submit jurnal online, penulis harus mengisi metadata artikel seperti judul, abstrak, kata kunci, dan identitas penulis.
Setelah berhasil diunggah, status artikel biasanya berubah menjadi “submission received” atau “in review”. Di sinilah perjalanan sesungguhnya dimulai. Banyak penulis pemula mengira bahwa artikel akan langsung dibaca oleh reviewer, padahal ada tahap awal yang harus dilewati terlebih dahulu.
Desk Review oleh Editor
Tahap pertama dalam proses review jurnal adalah desk review atau pemeriksaan awal oleh editor. Editor akan menilai apakah artikel sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, apakah format sudah mengikuti template, serta apakah kualitas naskah layak untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Jika artikel tidak sesuai dengan tema jurnal atau melanggar pedoman, editor dapat langsung menolaknya tanpa mengirim ke reviewer. Oleh karena itu, pemilihan jurnal yang tepat dan kepatuhan terhadap author guidelines sangat menentukan keberhasilan sejak awal.
Peer Review oleh Reviewer
Jika lolos desk review, artikel akan dikirim ke reviewer. Pada tahap ini, penulis biasanya tidak mengetahui siapa yang menilai artikelnya karena sistem peer review bersifat anonim. Reviewer akan membaca secara mendalam, menilai kebaruan penelitian, kejelasan metodologi, kekuatan analisis, serta kontribusi ilmiah.
Hasil review biasanya terbagi menjadi beberapa kemungkinan: diterima tanpa revisi, diterima dengan revisi minor, diminta revisi mayor, atau ditolak. Dalam praktiknya, sebagian besar artikel akan mendapatkan permintaan revisi artikel jurnal, baik kecil maupun besar. Ini adalah hal wajar dan bukan tanda kegagalan.
Revisi Artikel Jurnal: Tahap yang Menentukan
Ketika reviewer memberikan catatan, penulis harus menanggapi setiap komentar secara sistematis. Proses revisi artikel jurnal bukan hanya memperbaiki kesalahan teknis, tetapi juga memperjelas argumen, menambah referensi, atau memperbaiki metode yang dianggap kurang kuat.
Pada tahap ini, penulis biasanya diminta mengunggah dua file: naskah yang sudah direvisi dan lembar tanggapan reviewer. Editor dan reviewer akan mengecek apakah perbaikan telah dilakukan dengan baik. Jika belum memadai, artikel bisa dikembalikan lagi untuk revisi lanjutan.
Keputusan Akhir Editor
Setelah revisi dinilai cukup, editor akan mengambil keputusan akhir. Jika semua catatan sudah dipenuhi, artikel dinyatakan accepted. Inilah momen yang paling ditunggu oleh setiap penulis. Namun, perjalanan belum sepenuhnya selesai. Artikel masih harus melewati tahap penyuntingan akhir, tata letak, dan penjadwalan terbit.
Pada fase ini, penulis mungkin diminta memeriksa kembali hasil layout atau galley proof untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan, tabel, atau gambar. Setelah semua disetujui, barulah artikel masuk ke edisi jurnal tertentu.
Cara Artikel Terbit di Jurnal Secara Resmi
Banyak yang penasaran tentang cara artikel terbit di jurnal. Jawabannya terletak pada konsistensi dan kesabaran mengikuti setiap tahap. Mulai dari memilih jurnal yang tepat, melakukan submit dengan benar, merespons revisi secara profesional, hingga berkomunikasi aktif dengan editor.
Artikel yang terbit akan memiliki volume, nomor edisi, halaman, serta DOI atau link permanen. Ini menandakan bahwa artikel tersebut sudah menjadi bagian dari literatur ilmiah yang bisa dirujuk oleh peneliti lain di seluruh dunia.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan paling sering adalah mengabaikan pedoman jurnal. Selain itu, banyak penulis yang menunda revisi terlalu lama atau tidak menjawab komentar reviewer dengan jelas. Padahal, kecepatan dan ketepatan dalam merespons sangat memengaruhi lamanya proses review jurnal.
Kesalahan lain adalah memilih jurnal yang tidak sesuai dengan topik atau level penelitian. Hal ini sering menyebabkan penolakan di tahap awal.
Proses dari submit jurnal online hingga artikel terbit memang panjang, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Dengan memahami alur mulai dari desk review, peer review, revisi artikel jurnal, hingga publikasi, penulis dapat lebih siap secara mental dan teknis. Setiap komentar reviewer adalah peluang untuk menyempurnakan karya ilmiah agar lebih berkualitas dan bermanfaat.
Ingin Lolos Review Jurnal Lebih Cepat?
Jika kamu ingin mendapatkan tips menulis artikel ilmiah, strategi menghadapi reviewer, serta panduan memilih jurnal yang tepat, yuk ikuti kami di Instagram PT Dinamika Intuisi.
Di sana, PT Dinamika Intuisi rutin membagikan insight seputar publikasi ilmiah, riset, dan pengembangan akademik. Semoga artikel ini membantu perjalanan publikasi kamu menjadi lebih lancar dan sukses!







