Punya Pertanyaan?

Edit Template

Tips Menghadapi Reviewer Jurnal SINTA Tanpa Drama

admin

Writer & Blogger

Mendapat email dari editor jurnal dengan catatan “major revision” atau “minor revision” sering membuat dosen pemula langsung tegang. Apalagi jika komentar reviewer terlihat panjang, detail, bahkan menyentuh bagian yang menurut kita sudah benar. Namun, jangan buru-buru menganggap reviewer sebagai “penghambat” publikasi. Justru, komentar reviewer dapat menjadi kesempatan untuk membuat artikel lebih kuat dan lebih layak terbit.

Dalam proses publikasi jurnal SINTA, reviewer berperan menilai kualitas naskah sebelum editor mengambil keputusan. Beberapa aspek yang umum diperhatikan antara lain judul, abstrak, orisinalitas, metode penelitian, analisis, sintesis, dan kesimpulan.

Lalu, bagaimana menghadapi reviewer jurnal SINTA tanpa drama?

1. Jangan Membalas Saat Emosi

Komentar seperti “metode penelitian kurang jelas” atau “novelty belum terlihat” mungkin terasa seperti kritik terhadap kemampuan kita. Padahal, komentar tersebut ditujukan pada naskah, bukan harga diri penulis.

Dalam panduan peer review, Committee on Publication Ethics (COPE) menekankan bahwa kritik reviewer idealnya objektif, konstruktif, jelas, dan membantu penulis memperbaiki manuskrip.

Jadi, saat membaca komentar yang cukup tajam, beri jeda. Jangan langsung mengetik balasan panjang untuk membela diri. Baca kembali setelah pikiran lebih tenang.

2. Kelompokkan Komentar Reviewer

Reviewer biasanya memberikan banyak catatan sekaligus. Agar tidak bingung, pisahkan komentar menjadi tiga kelompok: substansi penelitian, teknis penulisan, dan administrasi atau format jurnal.

Contohnya, komentar tentang metode, data, analisis, dan novelty termasuk substansi. Kesalahan sitasi, typo, tabel, dan struktur paragraf termasuk teknis.

Dengan cara ini, revisi menjadi lebih terarah. Anda juga dapat mengerjakan komentar besar terlebih dahulu sebelum membenahi detail kecil.

3. Jawab Reviewer Point by Point

Salah satu kesalahan umum penulis pemula adalah memperbaiki artikel tetapi tidak menjelaskan perubahan kepada reviewer.

Padahal, respons yang sistematis sangat membantu. Panduan publikasi Frontiers menyarankan penulis membuat response letter yang menjawab komentar reviewer satu per satu serta menunjukkan lokasi perubahan dalam manuskrip.

Format sederhananya bisa seperti ini:

Komentar Reviewer: Metode penelitian belum menjelaskan teknik pengambilan sampel.

Respons Penulis: Terima kasih atas masukannya. Kami telah menambahkan penjelasan mengenai teknik pengambilan sampel pada bagian Metode, halaman 5, paragraf 2.

Dengan format tersebut, reviewer tidak perlu “berburu” untuk menemukan perubahan Anda.

4. Tidak Harus Selalu Setuju

Reviewer bukan berarti selalu benar, dan penulis tidak wajib menerima seluruh saran tanpa pertimbangan. Jika sebuah usulan tidak sesuai dengan desain penelitian, jelaskan alasannya secara akademis dan sopan.

Literatur tentang respons terhadap reviewer menyarankan tiga prinsip: menjawab secara lengkap, sopan, dan berdasarkan bukti, misalnya literatur atau analisis tambahan.

Hindari kalimat seperti, “Reviewer tidak memahami penelitian kami.” Ganti dengan, “Terima kasih atas masukannya. Namun, berdasarkan tujuan penelitian dan desain yang digunakan, analisis tersebut belum dapat dilakukan. Sebagai klarifikasi, kami telah menambahkan penjelasan…”

Nada komunikasi seperti ini jauh lebih profesional.

5. Jangan Lupa Mengecek Kembali Manuskrip

Setelah semua revisi selesai, jangan langsung klik tombol submit. Cocokkan setiap komentar reviewer dengan perubahan yang sudah dilakukan.

Pastikan tidak ada komentar yang terlewat, nomor halaman sudah sesuai, tabel dan gambar konsisten, referensi telah diperbarui, serta artikel mengikuti template jurnal. Respons terhadap reviewer yang baik pada akhirnya harus terlihat nyata dalam manuskrip, bukan hanya dalam surat jawaban.

Reviewer Bukan Musuh, Melainkan Mitra Perbaikan

Menghadapi reviewer jurnal SINTA sebenarnya tidak harus penuh drama. Kuncinya adalah mengubah sudut pandang: review bukan vonis, melainkan proses penyempurnaan artikel.

Bagi dosen pemula, kemampuan membaca komentar reviewer, menyusun revisi, dan membuat response letter merupakan keterampilan penting dalam perjalanan publikasi ilmiah. Jika dilakukan dengan tenang, sistematis, dan berbasis bukti, proses revisi justru dapat meningkatkan kualitas penelitian sekaligus kemampuan akademik penulis.

Jika Anda sedang menghadapi revisi jurnal SINTA dan masih bingung membaca komentar reviewer atau menyusun respons yang tepat, tim admin PT Dinamika Intuisi siap memberikan konsultasi gratis. Silakan hubungi tim admin untuk mendapatkan arahan awal mengenai strategi revisi dan publikasi jurnal Anda.[]

Bagikan

Related Post

  • All Posts
  • Artikel
  • blog
  • News
  • Post

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

  • All Posts
  • Artikel
  • blog
  • News
  • Post

PT Dinamika Intuisi adalah penerbit jurnal ilmiah yang menjadi mitra strategis bagi peneliti, akademisi, dan praktisi dalam mempublikasikan riset berkualitas secara kredibel dan terbuka.

Layanan

SINTA 2-5

Copernicus

Trunitin

Mendeley

© 2025 Created with  Webcare Indonesia