Punya Pertanyaan?

Edit Template

Cara Cerdas Mempercepat Proses Pengajuan Jabatan Fungsional Dosen di Tahun 2026

admin harie

Writer & Blogger

Bagi dosen di lingkungan PTKI maupun perguruan tinggi umum, jabatan fungsional bukan hanya soal kenaikan pangkat, tetapi bagian penting dari pengakuan profesional dan perkembangan karier akademik. Tantangan yang sering muncul adalah lamanya proses pengajuan, revisi yang berulang, hingga dokumen yang tidak lengkap. Namun dengan strategi yang lebih cerdas, terstruktur, dan sesuai ketentuan terbaru, percepatan jafung bukan lagi sesuatu yang sulit dicapai. Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum penting karena banyak regulasi telah diperbarui, sistem digital semakin rapi, dan proses penilaian makin transparan.

1. Kuasai Regulasi Terbaru dan Ketentuan Penilaian Angka Kredit

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memahami aturan terbaru terkait jabatan fungsional dosen. Banyak dosen mengandalkan informasi dari senior atau pengalaman masa lalu, padahal ketentuan penilaian angka kredit berubah secara berkala. Regulasi seperti PermenPANRB, Kepdirjen Pendidikan Islam, serta juknis penilaian angka kredit wajib dibaca untuk memahami bobot kegiatan yang dihitung. Dengan memahami aturan dari sumber resmi, dosen bisa merancang aktivitas akademiknya secara lebih efektif dan terarah.

Memahami regulasi juga membantu dosen menghindari kesalahan fatal yang sering menyebabkan proposal jafung dikembalikan. Misalnya, banyak dosen belum mengetahui perubahan kebijakan terkait syarat publikasi untuk naik ke Lektor Kepala atau Guru Besar. Ada juga penyesuaian nilai pembimbingan skripsi, seminar karya ilmiah, serta kontribusi lain yang berkaitan dengan tridharma. Dengan pemahaman yang kuat, dosen bisa merancang kegiatan selama satu atau dua semester dengan target angka kredit yang realistis.

Selain itu, pemahaman regulasi membantu dosen memilih kelas jabatan yang sesuai. Pada beberapa kasus, dosen mengajukan jabatan terlalu tinggi tanpa memenuhi syarat kumulatif, sehingga prosesnya terhambat. Sementara itu, yang lain justru belum memanfaatkan peluang percepatan karena tidak mengetahui klausul tertentu dalam regulasi. Dengan regulasi sebagai kompas utama, dosen dapat membuat roadmap percepatan jafung yang benar-benar efektif.

Akses regulasi terbaru kini lebih mudah karena Kemenag dan Kemendikbud rutin memperbarui pedoman di situs resmi. Dengan membaca dan memahami secara detail, dosen tidak perlu berspekulasi, melainkan bisa fokus pada angka kredit yang benar-benar bisa dicapai.

2. Kelola BKD dan SISTER dengan Sistem yang Rapi Sejak Semester Awal

BKD dan SISTER adalah dua dokumen digital yang menjadi penentu cepat atau lambatnya proses pengajuan jafung. Banyak dosen hanya mengisi BKD di akhir semester, sehingga data yang masuk sering tidak lengkap atau bukti fisiknya hilang. Padahal, jika BKD dikelola sejak minggu pertama perkuliahan, seluruh aktivitas tridharma dapat terdokumentasi dengan baik. Dengan begitu, laporan BKD tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga menjadi bukti kuat yang memperlancar pengusulan jafung.

Mengelola BKD dengan rapi berarti menyusun folder digital yang berisi bukti kegiatan seperti RPS, daftar hadir mahasiswa, sertifikat kegiatan, seluruh agenda pengabdian, dan laporan penelitian. Setiap kali melakukan kegiatan akademik, masukkan bukti tersebut dalam folder sesuai tahun dan semester. Ketika tiba waktu mengisi BKD di akhir semester, semua dokumen sudah siap tanpa harus mencari satu per satu. Kebiasaan sederhana ini terbukti sangat membantu percepatan proses verifikasi.

Sementara itu, SISTER berfungsi sebagai data induk seluruh aktivitas dosen. Setiap bukti akademik harus diunggah secara sistematis agar penilai angka kredit dapat bekerja dengan cepat. Banyak dosen mengalami keterlambatan proses hanya karena unggahan di SISTER tidak rapi atau tidak memiliki metadata yang jelas. Pastikan setiap dokumen diberi judul yang tepat, jenis kegiatan yang sesuai, dan tahun pelaksanaan yang benar.

Dengan BKD yang konsisten dan SISTER yang lengkap, proses verifikasi internal biasanya berlangsung lebih cepat. Verifikator suka dokumen yang bersih, runtut, dan tidak membingungkan. Mengelola BKD dan SISTER secara disiplin adalah kunci utama percepatan jafung di era digital.

3. Tingkatkan Produktivitas Publikasi Ilmiah Secara Terencana

Publikasi ilmiah masih menjadi penyumbang angka kredit terbesar, terutama untuk kenaikan ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Namun, banyak dosen yang baru mulai menulis artikel ketika proses pengajuan jafung sudah dekat. Ini jelas kesalahan besar, karena proses publikasi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Mulai dari submit, review, revisi, hingga publikasi bisa memakan waktu tiga hingga enam bulan, bahkan lebih. Karena itu, strategi publikasi terencana sangat diperlukan.

Cara cerdas mempercepat publikasi adalah dengan membuat target menulis minimal satu publikasi per tahun. Jika ingin mengejar percepatan jafung, target ideal adalah dua hingga tiga artikel, baik di jurnal SINTA, prosiding bereputasi, maupun jurnal internasional. Hasil penelitian kecil di kelas, kegiatan pengabdian, atau riset mandiri bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Dengan pendekatan ini, dosen punya cadangan artikel yang siap disubmit kapan saja.

Selain itu, kolaborasi penulisan dengan rekan sejawat sangat membantu, karena beban kerja menulis jadi lebih ringan dan kualitas artikel lebih kuat. Banyak jurnal juga menyukai tulisan kolaboratif karena menunjukkan keragaman perspektif dan kualitas kajian yang lebih mendalam. Pastikan untuk memilih jurnal yang kredibel, menghindari jurnal predator, dan membaca author guidelines secara teliti sebelum submit.

Strategi lain adalah mengikuti workshop penulisan jurnal, klinik publikasi, atau bimbingan teknis penulisan artikel. Kegiatan seperti ini sering diadakan oleh LP2M kampus, asosiasi dosen, hingga lembaga riset nasional. Dengan mengikuti pelatihan secara rutin, kemampuan menulis dosen akan meningkat dan peluang publikasi akan semakin besar.

Penutup

Percepatan jabatan fungsional bukan sekadar mempercepat kenaikan pangkat, melainkan membangun kualitas karier akademik yang lebih profesional. Dengan memahami regulasi terbaru, mengelola BKD dan SISTER secara disiplin, serta meningkatkan produktivitas publikasi, dosen dapat mempercepat proses pengajuan jafung secara signifikan. Tahun 2026 bisa menjadi tahun terbaik untuk melangkah, asalkan semua persiapan dilakukan sejak sekarang.

Untuk mengoptimalkan percepatan jabatan fungsional Anda, PT Dinamika Intuisi siap membantu Anda dalam publikasi artikel di jurnal-jurnal yang terakreditasi SINTA. Selengkapnya Anda bisa kontak admin kami.

Bagikan

Related Post

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

Tinggalkan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

  • All Posts
  • Artikel
  • News
  • Post

PT Dinamika Intuisi adalah penerbit jurnal ilmiah yang menjadi mitra strategis bagi peneliti, akademisi, dan praktisi dalam mempublikasikan riset berkualitas secara kredibel dan terbuka.

Layanan

SINTA 2-5

Copernicus

Trunitin

Mendeley

© 2025 Created with  Webcare Indonesia