Menulis artikel ilmiah sering dianggap rumit dan memakan waktu. Banyak dosen, mahasiswa, dan peneliti muda terjebak di tahap awal: bingung memulai dari mana. Padahal, dengan strategi yang tepat, menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah bisa menjadi proses yang efisien, terarah, dan menyenangkan.
Berikut langkah cepat menulis artikel ilmiah agar tembus jurnal nasional maupun internasional.
1. Tentukan Topik yang Spesifik dan Aktual
Langkah pertama dan paling krusial: pilih topik yang fokus dan relevan. Banyak penulis pemula terjebak pada topik yang terlalu luas, padahal jurnal-jurnal bereputasi mencari penelitian yang spesifik, mutakhir, dan memberi kontribusi nyata.
Tips cepat:
- Pilih masalah yang belum banyak diteliti atau masih menyisakan celah riset.
- Telusuri artikel terbaru (5 tahun terakhir) di Scopus, DOAJ, atau Google Scholar.
- Pastikan topikmu sesuai bidang jurnal yang dituju.
Contoh: daripada menulis “Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar”, ubah menjadi “Model Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di SD Pedesaan”.
2. Buat Kerangka dan Target Waktu
Artikel ilmiah yang baik tidak lahir dari inspirasi mendadak, tetapi dari perencanaan yang matang. Buat kerangka tulisan sejak awal agar ide tidak melebar.
Struktur umum artikel ilmiah meliputi:
- Judul dan Abstrak
- Pendahuluan
- Metode Penelitian
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan dan Saran
- Daftar Pustaka
Atur waktu menulis tiap bagian. Misalnya:
- Hari 1–2: Pendahuluan
- Hari 3: Metode
- Hari 4–5: Hasil & Pembahasan
- Hari 6: Kesimpulan dan Abstrak
- Hari 7: Revisi dan pengecekan referensi
Dengan timeline seperti ini, dalam seminggu artikel bisa siap kirim!
3. Gunakan Bahasa Ilmiah yang Jelas dan Efektif
Menulis ilmiah tidak berarti harus kaku. Gunakan bahasa yang ringkas, logis, dan informatif. Hindari kalimat berbelit dan istilah teknis yang tidak perlu.
Kiat singkat:
- Gunakan kalimat aktif.
- Hindari kata “saya” atau “kami” jika jurnal melarang.
- Gunakan alat bantu seperti Grammarly atau Hemingway Editor untuk memeriksa kejelasan dan tata bahasa.
- Gunakan gaya sitasi sesuai jurnal (APA, IEEE, MLA, atau lainnya).
Bahasa yang bersih dan terstruktur meningkatkan peluang artikelmu dilihat sebagai profesional dan kredibel oleh editor jurnal.
4. Optimalkan Data dan Visualisasi
Data adalah jantung penelitian. Pastikan hasil penelitianmu tersaji jelas melalui tabel, grafik, atau diagram.
Visualisasi tidak hanya mempercantik tampilan, tapi juga memperkuat argumen ilmiah.
Tips cepat:
- Gunakan grafik yang sederhana dan mudah dibaca.
- Tambahkan narasi penjelas di bawah setiap tabel/gambar.
- Pastikan data mendukung hipotesis, bukan sekadar memperbanyak angka.
Jurnal internasional sangat menghargai visualisasi yang informatif dan estetik — ini bisa menjadi nilai tambah besar.
5. Pilih Jurnal yang Tepat dan Pahami Gaya Selingkung
Banyak artikel ditolak bukan karena isinya buruk, tapi karena tidak sesuai dengan format dan fokus jurnal.
Sebelum mengirim, baca Author Guidelines dengan teliti.
Perhatikan:
- Format naskah (font, spasi, batas halaman)
- Gaya sitasi
- Fokus keilmuan jurnal
- Tingkat reputasi (Sinta 1–6 atau Scopus Q1–Q4)
Untuk jurnal internasional, coba platform seperti:
- Elsevier (ScienceDirect)
- SpringerLink
- Taylor & Francis
- MDPI
Sedangkan untuk jurnal nasional, kunjungi Garuda atau Sinta.
Pilih jurnal yang sesuai bidang dan level penelitianmu — bukan sekadar yang “terkenal”.
6. Revisi Berdasarkan Reviewer dengan Hati Lapang
Ketika artikelmu direview, jangan takut dengan komentar tajam. Justru di sanalah proses peningkatan kualitas dimulai.
Catat semua masukan, revisi dengan argumentasi yang kuat, dan tulis response letter yang sopan dan sistematis.
Kuncinya: bukan cepat diterbitkan, tapi cepat belajar dari koreksi.
7. Konsistensi adalah Kunci Publikasi
Menulis artikel ilmiah bukan proyek sekali jadi. Jadikan kebiasaan menulis dan membaca jurnal sebagai rutinitas.
Dengan jam terbang tinggi, kamu akan lebih mudah menemukan ide, menulis lebih cepat, dan memilih jurnal yang cocok.
Kesimpulan
Menulis artikel ilmiah menuju publikasi nasional dan internasional tidak harus rumit.
Kuncinya adalah fokus pada topik yang spesifik, disiplin dalam waktu, dan patuh pada aturan jurnal.
Gunakan pendekatan praktis: menulis sedikit demi sedikit, lalu revisi secara konsisten.
Dengan strategi ini, bukan mustahil kamu bisa melihat namamu tercetak di jurnal bereputasi — dan itu adalah pencapaian luar biasa bagi setiap peneliti!










