Menulis artikel ilmiah yang diterima editor jurnal bereputasi bukanlah hal mudah. Banyak peneliti, terutama pemula, merasa frustrasi ketika naskah mereka ditolak berkali-kali, padahal sudah merasa “cukup bagus.” Faktanya, artikel yang diterima bukan hanya bagus dari sisi isi, tetapi juga dari sisi struktur, kebaruan, dan gaya penulisan yang sesuai dengan standar jurnal ilmiah. Nah, apa sebenarnya rahasia di balik artikel jurnal yang “selalu diterima” oleh editor? Mari kita kupas satu per satu.
1. Pilih Topik yang Spesifik dan Relevan
Banyak peneliti pemula membuat kesalahan dengan memilih topik yang terlalu umum. Padahal, editor jurnal mencari artikel yang memberikan kontribusi baru bagi bidang ilmu tertentu.
Misalnya, alih-alih menulis tentang “pengaruh media sosial terhadap remaja”, ubahlah menjadi “pengaruh penggunaan TikTok terhadap kecemasan sosial pada remaja perempuan di perkotaan.”
Topik yang lebih spesifik menunjukkan bahwa Anda memahami celah penelitian (research gap) dan berfokus pada masalah yang bisa diukur dengan jelas. Editor menyukai penelitian yang tajam, fokus, dan relevan dengan pembaca jurnal mereka.
2. Tulis Abstrak yang “Menjual”
Abstrak adalah bagian pertama yang dibaca editor dan reviewer. Dalam banyak kasus, keputusan untuk melanjutkan membaca naskah bergantung pada seberapa menarik abstraknya.
Abstrak yang kuat harus:
- Memuat tujuan penelitian, metode singkat, hasil utama, dan kesimpulan.
- Ditulis dengan bahasa ringkas dan jelas, maksimal 250 kata.
- Hindari kutipan dan istilah teknis berlebihan.
Tips tambahan: tulislah abstrak terakhir, setelah seluruh bagian artikel selesai. Dengan begitu, Anda bisa menyajikan ringkasan yang benar-benar mencerminkan isi penelitian.
3. Ikuti Struktur IMRAD dengan Disiplin
Struktur artikel ilmiah yang umum digunakan adalah IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
- Introduction – Jelaskan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.
- Methods – Uraikan metode penelitian dengan detail agar bisa direplikasi.
- Results – Sajikan temuan secara objektif menggunakan tabel atau grafik.
- Discussion – Tafsirkan hasil dan hubungkan dengan teori atau penelitian sebelumnya.
Banyak artikel ditolak karena strukturnya tidak jelas atau terlalu “campur aduk.” Editor menghargai naskah yang terorganisir rapi dan mudah diikuti.
4. Gunakan Referensi Terkini dan Kredibel
Salah satu indikator kualitas penelitian adalah kualitas referensinya. Jangan hanya mengutip sumber lama atau tidak relevan. Usahakan sebagian besar referensi berasal dari jurnal ilmiah 5 tahun terakhir, terutama dari database bereputasi seperti Scopus atau Web of Science.
Gunakan alat bantu seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote agar sitasi dan daftar pustaka Anda rapi sesuai gaya (APA, IEEE, atau Chicago) yang diminta jurnal.
5. Pastikan Kebaruan (Novelty) Penelitian
Editor akan bertanya: “Apa yang baru dari penelitian ini?”
Artikel dengan ide yang segar, pendekatan unik, atau konteks baru lebih menarik dibandingkan penelitian yang hanya mengulang topik lama.
Untuk menunjukkan kebaruan:
- Tampilkan hasil literature review yang jelas menunjukkan research gap.
- Jelaskan kontribusi ilmiah atau praktis dari hasil penelitian Anda.
- Gunakan kalimat eksplisit seperti: “Penelitian ini memberikan pendekatan baru dalam…”
Dengan begitu, editor langsung menangkap nilai tambah dari penelitian Anda.
6. Perhatikan Bahasa dan Gaya Penulisan
Kesalahan gramatikal atau kalimat yang bertele-tele bisa membuat editor menilai artikel Anda kurang profesional.
Gunakan bahasa ilmiah tapi tetap mengalir — hindari kalimat pasif berlebihan dan istilah teknis yang tidak perlu.
Jika menulis dalam bahasa Inggris, pertimbangkan untuk menggunakan layanan proofreading profesional atau bantuan AI grammar checker agar bahasa Anda lebih natural.
7. Patuh pada Pedoman Jurnal (Author Guidelines)
Setiap jurnal memiliki aturan sendiri: format penulisan, jumlah kata, gaya sitasi, bahkan ukuran tabel dan gambar.
Editor bisa langsung menolak artikel hanya karena tidak mengikuti pedoman dasar.
Sebelum mengirimkan, baca Author Guidelines dengan teliti dan pastikan naskah Anda sesuai 100%. Perhatikan pula scope jurnal agar topik Anda relevan dengan pembaca mereka.
8. Revisi dengan Sikap Terbuka
Jika Anda menerima reviewer comments, jangan tersinggung atau menyerah. Justru, itu tanda bahwa artikel Anda berpotensi diterima setelah perbaikan.
Buatlah dokumen response to reviewers yang sopan, sistematis, dan menunjukkan bahwa Anda menghargai masukan mereka. Editor sangat menghargai peneliti yang kooperatif dan terbuka terhadap kritik.
9. Konsistensi Data dan Etika Penelitian
Pastikan semua data dapat dipertanggungjawabkan. Hindari manipulasi, plagiarism, atau self-plagiarism. Gunakan alat seperti Turnitin untuk memastikan tingkat kesamaan di bawah 20%.
Jangan lupa mencantumkan izin etika penelitian (ethical clearance) bila melibatkan manusia atau hewan sebagai subjek.
Kesimpulan
Kunci agar artikel ilmiah Anda diterima bukanlah sekadar menulis banyak, tetapi menulis dengan strategi dan disiplin ilmiah. Editor jurnal mencari karya yang:
- Memiliki kebaruan (novelty),
- Ditulis dengan struktur yang baik,
- Didukung data kuat dan referensi terkini,
- Serta mematuhi etika dan pedoman jurnal.
Dengan menerapkan sembilan rahasia di atas, peluang Anda untuk diterima oleh editor jurnal bereputasi akan meningkat drastis.
Ingat, menulis artikel ilmiah bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.










